Program ini mengedepankan upaya pendampingan terhadap anak telantar, anak jalanan dan anak nakal. Dinsos tak pandang bulu, apakah itu anak jalanan yang juga warga Kota Surabaya atau bukan.
"Kami berupaya memberikan pendampingan. Karena masih ada anak-anak di Surabaya yang secara sosial malas sekolah, padahal biaya sekolah tingkat SD-SMA sudah digratiskan," kata Kepala Dinas Sosial, Supomo MM kepada wartawan, Senin (21/10/2013).
Supomo melanjutkan, sekarang ini pihaknya masih tahap mendata berapa jumlah anak penyandang masalah sosial. Kemudian, Dinsos juga akan bekerja sama dengan sejumlah universitas di Surabaya untuk keperluan beberapa mahasiswa yang akan dijadikan sebagai kakak asuh.
Ya, anak-anak 'terpilih' yang akan mengikuti program ini akan didampingi kakak asuh. Anak-anak tersebut pun akan diidentifikasi masing-masing kebutuhannya.
"Ada satu kegiatan, kompetisi antar kakak asuh dan adik asuh. Melalui cara ini, kami pun bisa melakukan monitoring dan evaluasi," tutur Supomo.
(nrm/fat)










































