Suku Tengger Gelar Upacara Adat Karo

Suku Tengger Gelar Upacara Adat Karo

Muhajir Arifin - detikNews
Minggu, 20 Okt 2013 15:57 WIB
Suku Tengger Gelar Upacara Adat Karo
Tari Sodor suku Tengger/Muhajir Arifin
Pasuruan - Suku Tengger Brang Kulon di Kecamatan Tosari, Pasuruan menggelar upacara adat Karo hari ini, Minggu (20/10/2013). Upacara tahunan ini dipusatkan di Balai Desa Tosari dan berlangsung meriah.

Upacara adat Karo dipimpin beberapa orang yang dijuluki Ratu yang ditunjuk oleh warga suku Tengger. Ratu tidak selalu berkonotasi perempuan sehingga bisa saja seorang laki-laki.

Rangkaian upacara dimulai dengan cerita pertemuan dua orang Ratu di sebuah tempat. Pertemuan tersebut melambangkan bersatunya roh leluhur laki-laki dan perempuan sebagai cikal bakal manusia.

Pertemuan tersebut juga menandai dimulainya upacara yang dibuka dengan pembacaan mantra oleh kedua Ratu. Setelah pembacaan mantra, kemudian Jimat Kelontongan dimandikan diiringi dengan tari Sodor, sebagai bagian terpenting dari rangkaian upacara Karo.

Jimat Kelontongan merupakan sekumpulan benda keramat. Sedangkan tari Sodor adalah tarian yang dilakukan oleh 4 orang secara bergiliran yang melambangkan pertambahan generasi masyarakat Tengger dari waktu ke waktu.

Upacara dilanjutkan dengan ritual Tumpeng Gede sebagai wujud perasaan syukur dangan hasil panen yang melimpah dan dianugerahi tanah yang subur. Tumpeng-tumpeng tersebut dikumpulkan dari warga, lalu dimantrakan oleh dukun adat desa setempat dan dibagi-bagikan kepada warga digunakan sebagai Sesandingan. Ritual Sesandingan inilah menjadi pamungkas dari Karo.

"Maksud dari upacara Karo itu memohon keselamatan, ketentraman dan kedamaian alam ini. Bukan hanya Tengger saja. Yang dinamakan Karo di dalamnya ada tari Sodor yang melambangkan terjadinya manusia. Dalam (batang) Sodor itu ada biji-bijian yang pada akhir acara akan dipecahkan dan mengeluarkan biji-bijian," kata Eko Warnoto, Tokoh Adat Desa Tosari.

Sejumlah tokoh menghadiri upacara Karo kali ini. Diantaranya Direktur Pencitraan Indonesia dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ratna Suranti, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur Aris Sofiyani dan anggota Komisi X DPR RI, Harbiah.

Sementara Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Windu Nurhayati dan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf yang dijadwalkan hadir tidak tampak di lokasi.

Para tokoh yang hadir mengaku kagum atas budaya dan kerukunan beragama yang terjaga di kalangan masyarakat Tengger. Mereka juga dikukuhkan sebagai warga kehormatan suku Tengger.

(fat/fat)
Berita Terkait