"Di depan berjuang dan berpanas-panasan. Kalian yang di belakang dan berteduh itu pengecut," teriak orator buruh menggunakan pengeras suara di atas truk, Kamis (17/10/2013).
Orator tersebut pun meminta brigade buruh dari SPSI untuk mensweeping buruh yang berteduh di taman sekitar patung Gubernur Suryo. Buruh tersebut dengan menggunakan megaphone mendatangi buruh yang berteduh di bawah pohon. "Ayo bergabung berjuang dengan teman-teman di depan," ujarnya.
Namun, ada beberapa buruh yang berkilah, bahwa sebelum beraksi bergabung bersama elemen buruh lainnya di depan kawat berduri, terlebih dulu makan.
"Makan dulu, karena shift malam. Dari pada nanti anak buah saya ada yang semaput (pingsan) di jalan," ujar pimpinan kelompok buruh.
Brigade buruh yang membawa megaphone pun memberikan kelonggaran bagi buruh yang masih makan. "Silahkan diselesaikan makannya dulu. Kalau yang sudah, silahkan bergabung di depan," terangnya.
(roi/fat)











































