Wagub Tegaskan Coret Pejabat yang Melobi Jadi Sekdaprov Jatim

Wagub Tegaskan Coret Pejabat yang Melobi Jadi Sekdaprov Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 16 Okt 2013 17:45 WIB
Surabaya - Wakil GUbernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menegaskan tidak ada pejabat calon Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur yang melobinya.

Bahkan, pihaknya akan mencoret nama pejabat tersebut apabila melobi untuk dijadikan sekdaprov menggantikan Rasiyo memasuki masa pensiun pada pertengahan Desember 2013 nanti.

"Nggak ada yang melobi," kata Saifullah Yusuf kepada wartawan di ruang kerjanya di Jalan Pahlawan Surabaya, Rabu (16/10/2013).

Wagub Jatim yang biasa disapa Gus Ipul mengatakan, banyak pejabat yang layak untuk menduduki Sekda. Namun, jika pejabat tersebut salah jalan, maka tidak menutup kemungkinan akan dicoret dari pencalonan.

"Kalau makin banyak yang melobi, makin banyak yang dicoret," tegasnya.

Untuk menjabat sebagai sekdaprov, harus mendukung visi misi gubernur dan wagub. Serta elektabilitas para calon diterima di lingkungan politik seperti anggota DPRD Jatim.

Sekdaprov merupakan manajer internal pemerintahan, pengelolaan anggaran, pelaksana program kegiatan, juga harus memenuhi persyaratan administrasi seperti eselon IIA, golongan minimal IVd, pernah menduduki kepala satuan perangkat kerja daerah (SKPD) dan berwawasan kebangsaan dengan pernah ikut pendidikan dan pelatihan (Diklat PIM) 1 atau Diklat lembaga ketahanan nasional (Lemhanas) serta sehat jasmani dan rohani serta pensiun kurang dari 2 tahun.

"Pakde (Gubernur Soekarwo) tentu memilih yang berpengalaman," terangnya.

Beberapa pejabat yang namanya masuk daftar calon seperti Asisten IV Ahmad Sukardi, Kepala BKD Jatim Akmal Boedianto dan beberapa kepala dinas maupun asisten lainnya.

Kata Gus Ipul, gubernur akan mengajukan 3 nama ke presiden sebagai tim penilai akhir (TPA), Wapres sebagai wakil TPA dan beberapa anggotanya seperti Mendagri, BIN, Kapolri, Menteri PAN.

"Calonnya sudah ada disakunya pak gubernur. Saya sering diskusi dengan pakde, selebihnya diserahkan ke pakde," ujarnya.

Apakah akan da Plt atau definitif sekdaprov pengganti Rasiyo, mantan Menteri PDT ini mengatakan, sebanyak 4 sampai 5 nama (termasuk asisten sekdaprov) yang didiskusikan dengan gubernur yang tidak menutup kemungkinan akan terpilih satu di-Plt-kan.

"Yang menjadi Plt menurut kebiasaan adalah asisten. Plt bisa didefinitifkan, bisa juga tidak, terserah pakde," tandasnya.



(roi/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini