Api yang muncul di bagian belakang rumah terus merembet hingga ikut meludeskan rumah adiknya Pujian (42). Akibatnya, rumah Santoso dan aneka perabot di dalamnya hangus terbakar.
Pria berprofesi sopir ini hanya sempat menyelamatkan sepeda motornya jenis Honda Supra Fit. Api juga membakar sebagian besar rumah Pujian, hingga hanya tersisa bagian depannya saja. Api baru berhasil dipadamkan, setelah tiga unit pemadam kebakaran didatangkan ke lokasi kejadian.
"Saya tidak tahu kalau di pojok belakang rumah terbakar. Karena saya masih ada di depan rumah, baru selesai selamatan. Mungkin dari korsleting listrik," kata sang kakak Santoso.
Informasi yang berhasil dihimpun detikcom menyebutkan, insiden kebakaran di rumah Santoso itu pertama kali diketahui Kholik (34), seorang sopir di pinggir jalan. Dia melihat ada kepulan asap membumbung dari arah pemukiman warga. Tahu begitu, Kholik pun bergegas mencari tahu asal asap tersebut. Saat itulah dia mendapati bagian pojok belakang rumah Santoso terbakar.
Tanpa dikomando, warga sekitar langsung berdatangan dan membantu memadamkan api. Namun kencangnya tiupan angin membuat api merembet ke rumah Pujian yang ada di dekatnya. Amukan si jago merah baru berhasil dijinakkan setelah 3 mobil PMK didatangkan ke lokasi kejadian, masing-masing 2 unit PMK dari PG Asembagoes, dan 1 unit PMK dari pemkab Situbondo.
"Dugaan sementara kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik. Tapi, itu baru dugaan. Kepastiannya masih kami selidiki. Untuk nilai kerugian ditaksir Rp 200 jutaan," tegas Kasubbag Humas Polres Situbondo, AKP Wahyudi saat dihubungi detikcom.
(fat/fat)










































