Meski terlambat sehari dari penetapan pemerintah, namun tidak mengurangi kekhusukan ibadah jamaah Aboge. Syariah sholat Ied Aboge sama seperti NU maupun Muhammadiyah. Jamaah Aboge juga mengikuti tuntutan nabi untuk rakaat pertama 7 kali takbir dan rakaat kedua 5 kali takbir.
Hanya pada tingkat metode perhitungan saja yang berbeda, Aboge menggabungkan perhitungan penanggalan hijriyah yang mereka sebut kitab Mujarobah dan perhitungan Jawa kuno. Mereka berkeyakinan bahwa hari raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu (16/10/2013).
Seusai melaksanakan salat Ied, acara dilanjutkan dengan saling minta maaf atau anjangsana, termasuk kepada warga sekitar yang bukan jamaah Aboge. Bersama warga, jamaah Aboge kemudian menggelar selamatan dengan makan tumpeng yang dibawa masing-masing jamaah. Ritual selamatan itu juga sebagai bentuk kebersamaan meski alirannya berbeda.
"Selamatan usai sholat Ied ini sudah menjadi tradisi kami. Selain permohonan kepada Allah, juga sebagai sarana memperkuat kebersamaan," ujar Ustad Bariyahi, imam salat Ied.
Pada perayaan Idul Adha kali ini, jamaah Aboge hanya menyembelih 1 ekor kambing, yang dagingnya kemudian dibagi bersama kepada warga sekitar mushala.
(iwd/iwd)










































