"Petugas yang kita kirim untuk melakukan penangkapan mempunyai hambatan tertentu. Tapi kita sudah lakukan upaya untuk mempersempit ruang gerak pelaku agar tidak melarikan diri dengan melakukan pemblokiran di imigrasi dan terminal," kata Kombes Pol Setija Junianta kepada wartawan, Selasa (15/10/2013).
Kapolrestabes Surabaya ini juga mengungkapkan pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan kedutaan Timor Leste. Namun tidak mendapat jawaban yang memuaskan.
Menurutnya, sejauh ini, pihak kedutaan masih belum mempunyai sistem pendataan warga Timor Leste yang ada di Indonesia dengan baik. "Kita sudah kirim ke kedutaan dan sudah mendapat jawaban ternyata mereka belum mempunyai data berapa jumlah mahasiswa Timor Leste yang kuliah disini. Misalnya, ada 100 orang Timor Leste di Indonesia tapi tidak semuanya terdata di kedutaan," ungkapnya.
Selain itu, Setija mengimbau kepada masyarakat agar memberitahukan keberadaan pelaku jika mengetahui serta meminta kepada pelaku agar menyerahkan diri.
Lanjut Setija, pihaknya menduga terbunuhnya kedua mahasiswa yang kuliah di Narotama dan ITATS akibat salah paham. "Sesungguhnya ini berawal dari kejadian salah paham sahingga terjadi pertikaian dan timbul korban," pungkas Setija.
(ze/bdh)










































