Jelang Idul Adha, Praktek Gelonggong Sapi di Situbondo Marak

Jelang Idul Adha, Praktek Gelonggong Sapi di Situbondo Marak

Ghazali Dasuqi - detikNews
Senin, 14 Okt 2013 11:40 WIB
Jelang Idul Adha, Praktek Gelonggong Sapi di Situbondo Marak
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Menjelang hari raya Idul Adha, tingkat penjualan ternak sapi dan kambing di Situbondo meningkat. Sayang, peningkatan ini dibarengi tindakan nakal sejumlah oknum pedagang.

Hanya untuk meraup keuntungan berlipat, sejumlah pedagang nekat menerapkan praktek sapi gelonggongan. Tindakan tidak terpuji itu terlihat di sejumlah pasar hewan di Situbondo.

Ironisnya, petugas pasar hewan justru terkesan tidak peduli dengan ulah nakal oknum pedagang tersebut. Mereka membiarkan oknum pedagang mencekoki secara paksa ternak-ternaknya dengan air hingga terlihat lebih gemuk.

"Kalau pembeli tidak hati-hati, sapi yang dibeli bisa sapi gelonggongan. Jelas itu sangat merugikan, karena tidak sesuai dengan ukuran normal. Ini harus segera ditertibkan," kata seorang pembeli yang mengaku bernama Supriyadi, Senin (14/10/2013).

Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, praktek menggelonggong sapi itu selalu terjadi di tiga pasar hewan di Situbondo, yakni di Kecamatan Besuki, Kecamatan Asembagus dan pasar hewan Desa Sumberkolak Kecamatan Panarukan. Khususnya setiap menjelang idul adha, karena tingkat penjualan selalu meningkat.

Sejumlah oknum pedagang dengan paksa mencekoki ternak sapinya dengan air hingga dalam jumlah banyak. Menggunakan bahan bambu, mereka memaksa ternaknya untuk minum meski sudah terlihat kenyang. Dengan begitu ternak yang hendak dijual terlihat lebih gemuk dari ukuran biasanya. Sehingga diharapkan harga jualnya akan jauh lebih tinggi dibanding dengan sapi yang ukurannya lebih ringan.

"Dengan dicontang (digelonggong, red) berat sapi akan bertambah. Jadi bisa mendongkrak harganya, dan juga bisa cepat laku. Satu sapi bisa bisa dicontang air 4 hingga 5 ember," tukas tukang gelonggong berinisial SDW.

Dinas Peternakan (Disnak) Situbondo sudah lama mengetahui tindakan oknum pedagang di pasaran hewan, khususnya setiap menjelang hari raya kurban. Namun, pejabat Disnak mengaku kesulitan menghentikan ulah tidak terpuji oknum pedagang.

"Makanya, kami akan menggandeng pihak kepolisian untuk menghentikan tindakan menggelonggong ternak itu. Kami sudah menyampaikan masalah ini ke Polres Situbondo," tukas drh Gaguk Musdijianto.

(fat/fat)
Berita Terkait