Salah seorang saksi mata, Abdullah, mengatakan korban yang mengendarai motor hendak menjual ikan di pemukiman seberang rel kereta. Diduga korban tak menyadari kedatangan kereta api dari arah timur karena terhalang warung yang berdiri di pinggir rel.
"Korban hendak menyeberang untuk menjual ikan, mungkin terhalang warung jadi nggak melihat kereta dan tertabrak," kata Abdullah di lokasi, Sabtu (12/10/2013).
Korban menderita patah tulang kaki dan badannya remuk hampir di sekujur tubuh. Jasad korban langsung disemayamkan di kamar jenazah RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan sambil menunggu kedatangan keluarganya.
Untuk diketahui, perlintasan kereta api di Desa Jarangan cukup membahayakan. Selain tak berpalang pintu juga tak ada petugas maupun relawan di perlintasan padat tersebut.
(fat/fat)










































