Tewasnya 2 Mahasiswa Asal Timor Leste Diduga Perselisihan Perguruan Silat

Tewasnya 2 Mahasiswa Asal Timor Leste Diduga Perselisihan Perguruan Silat

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Rabu, 09 Okt 2013 17:57 WIB
Tewasnya 2 Mahasiswa Asal Timor Leste Diduga Perselisihan Perguruan Silat
Lokasi tempat korban tewas
Surabaya - Tewasnya dua mahasiswa asal Timor Leste diduga bermotif perselisihan antar perguruan silat. Sebelumnya salah satu pelaku juga pernah berbuat onar dengan motif serupa.

"Aldino (salah satu pelaku) pernah bertengkar dengan sesama anak kos. Waktu itu dia masih kos di sini," kata Fitria Dwi Astuti, ibu kos korban kepada wartawan, Rabu (9/10/2013).

Kejadian 3 tahun lalu itu membuat Aldino diusir oleh Fitria. Fitria mengatakan, Aldino adalah murid silat dari perguruan silat Setia Hati Terate (SHT). Sementara Ismenio adalah murid dari perguruan silat Kera Sakti.

"Pokoknya mereka berbeda perguruan. Namun saya tak tahu dari sisi mananya mereka berkelahi," ujar Fitri.

Fitri menjelaskan, korban yakni Ismenio Boy Algerio (24) dan Ubaldio (22) adalah anak kos nya. Fitri sendiri di rumahnya di Klampis Semalang I/32 mempunyai 16 kamar. Namun hanya 14 kamar yang dihuni. Dari 14 kamar, 13 kamar dihuni mahasiswa Timor Leste sementara 1 kamar dihuni mahasiswa asal NTT.

"Kalau Aldino sekarang kos di Klampis Semalang I/32 A, tepat di belakang kos saya," lanjut Fitri.

Fitri menceritakan, Selasa (8/10/2013) petang Aldino sambil marah-marah dan dengan membawa pedang mendatangi anak-anak yang sedang cangkruk di dekat kos nya. Mereka sempat cekcok sebelum akhirnya Fitri merampas pedang itu.

"Aldino memang orangnya mudah emosi. Saat itu dia cekcok bukan dengan korban," jelas Fitri.

Sebelum adanya peristiwa berdarah tersebut, Ismenio bercerita kepadanya jika dia mendapat ancaman dari Aldino melalui SMS. Rupanya ancaman Aldino otu berlanjut saat dia dengan teman-temannya menanti kedatangan Ismenio.

Mereka cangkruk di dekat kos Ismenio. Sekitar pukul 00.30 WIB, Ismenio dan saudaranya, Ubaldio kembali ke kos. Melihat ada segerombolan pemuda membawa pedang, mereka lari. Saat lari itulah Ismenio terjatuh dan mulai dibacok.

Meski begitu, Ismenio mencoba melawan menggunakan nunchaku (ruyung) yang dibawanya. Namun perlawanan itu sia-sia karena kalah jumlah. Ubaldio juga terkena bacokan. Ubaldio yang mencoba kabur dan berusaha meminta tolong warga sudah terjatuh duluan disabet pedang. Ismenio tewas di lokasi sementara Ubaldio tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Padahal saya cukup dekat dengan Ismenio," tandas Fitri.

Sementara itu, polisi belum bisa memastikan motif kasus tersebut. Polisi lebih fokus dalam melakuakn pengejaran terhadap para pelaku. "Motifnya belum jelas, bisa antar perguruan silat, bisa soal kuliah, dan bisa juga soal yang lain," tukas Kanit Jatanum Polrestabes Surabaya Iptu Solikin Ferry.

(iwd/iwd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini