Semua korban akhirnya berhasil dibawa ke darat dan mendapat perawatan medis ringan. Namun kapal dengan kapasitas 10 ton itu rusak parah dan tenggelam bersama muatannya.
"Alhamdulillah semua bisa diselamatkan," kata Supar (45), nelayan Grajagan yang ikut dalam evakuasi korban saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (9/10/2013).
Supar menjelaskan, kapal milik Nurhadi hancur setelah diterjang ombak ganas setinggi 11 feet (3 meter) yang beberapa hari terakhir terjadi di perairan setempat. Kapal bermuatan 1 ton ikan lemuru sedianya akan sandar di Pantai Grajagan untuk bongkar muat.
"Selain itu, risiko kecelakaan menjadi semakin besar karena Pelawangan kerap terjadi pendangkalan. Kapalnya masih di Pelawangan, rusak parah," tambah Supar.
Hingga hari ini, sudah dua kapal ikan yang menjadi korban. Jika ditotal dalam sepekan terakhir, ada 4 kapal ikan yang mengalami nasib serupa. Kerugian yang harus ditanggung ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Nelayan Grajagan berharap agar pemerintah segera mengatasi pendangkalan di Pelawangan. Pasalnya, pendangkalan membuat risiko kecelakaan laut semakin tinggi. Baik saat air pasang maupun air dalam kondisi surut.
"Kami kesulitan untuk masuk atau keluar dari dan ke pantai. Tolong pendangkalan ini segera diatasi," harap Supar.
(fat/fat)










































