Tiga Penjarah Kayu Kritis Ditembak Petugas

Tiga Penjarah Kayu Kritis Ditembak Petugas

Dion Fajar - detikNews
Minggu, 06 Okt 2013 12:51 WIB
Tiga Penjarah Kayu Kritis Ditembak Petugas
Salah satu penjarah kayu ditembak petugas/Dion Fajar
Tuban - Tiga pelaku penjarahan kayu jati di kawasan hutan produksi Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Parengan, ditembak petugas gabungan perhutani dan Polres Tuban, Minggu (6/10/2013).

Penembakan terpaksa dilakukan karena pelaku berusaha melawan saat diperingatkan petugas agar menghentikan aksinya menebang pohon. Mereka yakni Parto Sukiran (45), Darkum (23) dan Tono (30), warga Desa Sido Nganti Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, penjarahan kayu di kawasan hutan KPH Parengan sudah beberapa kali terjadi. Untuk mengantisipasi penjarahan, polisi dan perhutani setiap hari melakukan penjagaan di dalam hutan.

Keberadaan petugas ternyata tidak membuat surut nyali para pelaku yang berjumlah ratusan orang. Mereka kembali datang bergerombol untuk melakukan penjarahan.

"Ada kalau sekitar 700 orang terbagi di tiga lokasi," kata seorang anggota perhutani yang enggan disebutkan namanya.

Awalnya petugas berusaha memperingatkan para pelaku dengan memberi tembakan peringatan. Tapi upaya petugas ternyata malah membuat pelaku marah. Mereka berusaha menyerang petugas yang melarangnya.

Merasa terancam, petugas bersenjata lengkap segera menembak pelaku. Akibatnya 3 pelaku yang diduga sebagai pimpinan gerombolan langsum tumbang. Mereka terkena tembakan pada bagian kaki, perut, leher dan dada.

"Setelah itu pelaku lainnya langsung lari berhamburan," sambungnya kepada detikcom di lokasi kejadian.

Ketiga pelaku yang kritis kemudian dibawa petugas ke UGD RSUD Dr Koesma Tuban. Tak ada satupun petugas kepolisian yang mau memberi keterangan kepada wartawan.

"Nanti konfirmasi langsung ke kapolres saja ya," ujar Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Wahyu Hidayat, saat ditemui di UGD RSUD Dokter Koesma Tuban.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini