Pasalnya ratusan pasien yang belum hamil, bisa hamil hanya dengan konsultasi. Ahli kandungan berpendapat apa yang dilakukan pasutri sejak pertengahan tahun 2011 ini karena semua korbannya mendapat sugesti.
Menurut dr Sri Ratna SpOG, yang sehari-hari bertugas di RSU dr Soetomo, para korban telah disugesti sang pelaku untuk membuat dirinya hamil.
"Bisa jadi, para korban itu disugesti agar hamil," kata dr Sri Ratna kepada detikcom, Jumat (4/10/2013).
Sugesti yang ditanamkan, kata Ratna, terjadi saat para korban percaya dengan kemampuan tersangka yang mampu membuat orang yang belum punya anak bisa hamil, setelah datang kepada tersangka.
Belum lagi jika keinginan para korban yang sangat kuat untuk memiliki momongan. Kedua hal itu akhirnya memicu reaksi pada tubuh hingga menyebabkan tidak haid, nafsu makan banyak dan hal-hal yang dilakukan orang hamil.
Termasuk, kata Ratna, saat terjadi penambahan berat badan pada korban, perut membesar, namun tidak hamil. Bisa jadi hal itu merupakan efek sugesti para korban yang ingin hamil dengan banyak mengkonsumsi makanan.
"Kalau orang hamil kan nafsu makannya besar. Karena sudah tersugesti semacam itu, bisa jadi korbannya melakukan kebiasaan-kebiasaan orang hamil. Sehingga merasa seolah-olah hamil," paparnya.
Sedangkan untuk pil kesuburan yang menurut keterangan tersangka ditanamkan di dalam rahim, Ratna membantah tidak ada pil kesuburan yang ditanamkan untuk membuat hamil.
"Dalam dunia medis tidak mengenal pil kesuburan. Ada memang obat yang dibuat untuk induksi ovulasi. Yakni pemicu pelepasan sel telur. Itupun obatnya diminum," tandas Ratna.
Dirinya pun menyarankan agar wanita-wanita yang hamil, sebaiknya memeriksakan di tempat kesehatan yang ada izinnya. Sedangkan ibu-ibu yang ingin hamil disarankan datang ke klinik vertilitas. Selain di RSU dr Soetomo, sebaiknya memilih tempat yang ada izin.
"Kalau tidak ada surat izin praktek, segera tanyakan. Minimal fotokopi surat izin praktiknya," tandasnya. (fat/fat)










































