"Api dari sampah itu kemudian merambat membakar rumah," kata Chandra Oratmangun saat dihubungi detikcom, Kamis (3/10/2013).
Kepala Dinas PMK Surabaya itu mengatakan, rumah tersebut merupakan milik pasutri yang sudah meninggal. Lantas rumah itu diserahkan ke kerabatnya yang bernama Wang Chin. Namun, Wang Chin pun juga tak menempati rumah tersebut.
"Wang Chin sudah 10 tahunan meninggalkan rumah itu," lanjut Chandra.
Karena itu, rumah tersebut kosong dari perabotan. Dan akibat ditinggal lama, rumah tersebut sudah mulai lapuk. Saat rumah itu terbakar, yang dikhawatirkan adalah rumah lain yang berdempetan. Kawasan Bronggalan II memang padat penduduk.
"Rumah itu hanya terbakar 20 %. Pemadamannya sekitar 45 menit," ujar Chandra.
Pemadaman, kata Chandra, memang cukup cepat namun yang berlangsung lama adalah pembasahan. "Kami melakukan pembasahan yang cukup lama karena banyaknya barang yang bertumpuk di tumpukan sampah seperti kayu, plastik dan barang lain," tandas Chandra.
(iwd/iwd)











































