"Saya tidak mau. Saya masih punya hutang," ujar seorang perempuan paruh baya yang menangis meronta-ronta sambi berpegangan ke tiang bangunan warung, Kamis (3/10/2013).
Dengan logat Madura, wanita tersebut terus menangis. Petugas Satpol PP perempuan terus merayu mengajak wanita tersebut keluar dari warung bercat hijau yang siap dibongkar petugas. Tapi perempuan itu malah menangis sejadi-jadinya.
Petugas dari Dinas Sosial dan warga lainnya akhinya berhasil membujuk wanita tersebut meninggalkan warung yang digunakannya sebagai tempat mencari nafkah. Meski sudah berada di luar, wanita itu masih terus menangis.
Selain itu, ada juga perempuan pemilik warung yang pingsan karena bangunan yang ditempatinya dibongkar. Petugas Satpol PP perempuan mengolesi hidung perempuan tersebut dengan minyak angin agar siuman.
Penertiban bangunan liar melibatkan sekitar 135 personel gabungan dari Satpol PP Kota Surabaya, Satpol PP Kecamatan Wonokromo, Koramil Wonokromo, Polsek Wonokromo, Dinas Sosial Kota Surabaya, Bapemas Surabaya dan Brimob Polda Jatim yang dilengkapi dengan senjata laras panjang.
"Ini penertiban bangunan liar yang berdiri di atas saluran air. Bangunan ini ditengarai digunakan sebagai tempat tinggal dan warung. Penertiban ini untuk mengembalikan fungsi saluran air," kata Camat Wonokromo Mahmud Sariaji.
(/)










































