Mobil terperosok karena sopirnya, Hariyadi (57), diduga panik usai menabrak truk hingga tidak bisa menguasai kemudi. Tidak ada korban dalam insiden kecelakaan tersebut. Namun mobdin Toyota Fortuner yang saat kejadian menggunakan plat hitam P 899 HA ringsek di bagian depan. Selain kap mesin penyok, bamper mobil warna hitam itu juga rusak.
"Sopirnya tidak apa-apa, cuma tadi seperti shock. Mungkin dia panik karena katanya baru menabrak truk di lampu merah," kata Hadi Susanto, warga setempat kepada detikcom, Kamis (3/9/2013).
Dari informasi yang dihimpun detikcom, sebelum terperosok selokan, mobil dinas itu digunakan mengantar putra Wabup Rahmad ke sekolah. Sepulang mengantar itulah mobil yang plat aslinya berwarna merah P 2 EP itu menabrak truk bernopol DK 8851 BZ di traffic light persimpangan jalan PB Soedirman Situbondo. Upaya melarikan diri terhenti setelah kedua ban sisi kiri mobil terperosok ke selokan.
"Saat berhenti di lampu merah, bak truk saya ditabrak dari belakang. Sama sopirnya saya disuruh menunggu depan GOR pinggir jalan. Tidak tahunya mobil fortuner itu malah bablas ke selatan," kata Sumardiyono (48), sopir truk asal Gending, Probolinggo.
Proses evakuasi mobil Toyota Fortuner itu sempat menjadi tontonan warga. Apalagi setelah tahu mobil yang terperosok merupakan mobdin Wabup Situbondo. Warga langsung memadati lokasi kejadian. Mobil berhasil ditarik menggunakan mobil derek Polres Situbondo.
"Betul, kami sudah mendapat laporan kejadian mobil terperosok selokan. Untuk penangannya sekarang masih diselidiki Unit Laka Satlantas Polres Situbondo," tandas Kasubbag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi. (Ghazali Dasuqi)
(iwd/iwd)











































