Macan Satroni Perkampungan di Lumajang, Mati dengan 3 Tembakan

Macan Satroni Perkampungan di Lumajang, Mati dengan 3 Tembakan

Zaenal Effendi - detikNews
Rabu, 02 Okt 2013 20:38 WIB
Macan Satroni Perkampungan di Lumajang, Mati dengan 3 Tembakan
Peralatan bius untuk lumpuhkan macan/ Shanti Rahayu
Surabaya - Macan Kumbang itu telah terkapar mati. Sebenarnya upaya melumpuhkan dengan senjata bius sudah ditempuh. Tetapi keselamatan jiwa warga dan petugas menjadi prioritas.

Satwa liar yang diduga turun lereng Gunung Semeru karena kelaparan itu mengamuk di dapur salah satu rumah warga di Lumajang, Jawa Timur, saat akan dijinakkan.

Bahkan petugas gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), tim dokter Taman Safari II Prigen, polisi serta Kodim 0821 Lumajang ingin menangkap hidup-hidup macan yang menerobos dapur rumah Mulyono, warga Dusun Sumber, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko

Kepala Bidang Wilayah III BBKSDA Jawa Timur Sunandar mengungkapkan pihaknya terpaksa menembak mati macan kumbang tersebut demi keselamatan masyarakat yang berjubel dan waktu yang menjelang petang.

"Dalam proses evakuasi dengan bius. Kita juga pasang jaring. Tapi dalam proses itu kurang sukses. Waktu makin sore dan banyaknya masyarakat," katanya kepada detikcom, Rabu (2/10/2013).

Kata dia, bangunan rumah yang dijadikan sembunyi terbuat dari triplek dan gedeg atau anyaman bambu yang mudah dijebol sang macan juga sudah diantisipasi dengan memasang jaring.

Akan tetapi, kata Sunandar, masyarakat yang makin banyak datang membuat kondisi penangkapan macan kumbang secara persuasif tidak mungkin dilakukan.

"Sehingga kita ambil keputusan untuk menembaknya," imbuhnya.

Sunandar juga masih belum mengetahui pasti bagian tubuh macan kumbang mana yang terkena tembak timah panas itu. "Awalnya tertembak kaki. Tapi saya tidak tahu pasti. Kita tembak sekitar tiga kali hingga akhirnya tewas," ujarnya.

Pihaknya langsung membawa macan kumbang ke Taman Safari Prigen, Pasuruan dilakukan otopsi. "Hari ini kita langsung bawa dan baru besok kita otopsi untuk tahu mana saja yang tertembak," pungkasnya.

Dalam penangkapan macan kumbang, lanjut dia, pihaknya meminta bantuan 1 tim dokter hewan dari Taman Safari yang beranggotakan 7 orang dokter. Namun 3 diantaranya mengalami luka cakaran. 1 polisi dari polsek setempat juga terluka.

(ze/gik)
Berita Terkait