"Ada sejumlah bidang lahan yang pemiliknya belum mau dikonsinyasi. Kami akan terus melakukan sosialisasi agar mereka segera menyadari bahwa proyek ini untuk kepentingan negara," kata Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf saat meninjau lokasi lahan tol Gempol-Pandaan di Desa Randupitu Kecamatan Gempol, Selasa (1/10/2013).
Proyek tol Gempol-Pandaan sepanjang 14 Km dibangun di atas lahan seluas 102,14 hektar. Pembangunan dilakukan dalam dua seksi. Seksi I mulai dari Gempol sampai Randupitu yang dikerjakan PT Margabumi Adhikaraya dan seksi II mulai Randupitu sampai Karangjati yang dikerjakan PT Wijaya Karya.
Proyek ini menelan biaya Rp 1,2 triliun, sementara biaya ganti rugi lahan mencapai Rp 156 miliar.
"Dari total 1.658 bidang lahan masih ada 26 bidang lahan milik 18 warga yang belum dikonsinyasi yang tersebar di 6 titik seperti Desa Gununggangsir, Randupitu, Wonokoyo, Nogosari dan Karangjati," jelas Irsyad.
Perwakilan PT Margabumi Adhikaraya, Setiyono mengatakan pembangunan fisik tol Gempol-Pandaan sudah mencapai 65 persen. Jika pembebasan lahan sesuai target, bulan Desember 2013 dipastikan akan rampung.
"Jika pembebasan lahan lancar, bulan Desember sudah selesai pembangunan fisik. Kemudian dua bulan lagi bisa beroperasi," jelas Setiyono.
(fat/fat)











































