Gaya Ceplas-ceplos Fatma, Penghuni yang 'Berasal' dari Bawah Pohon

Mengunjungi Liponsos Surabaya

Gaya Ceplas-ceplos Fatma, Penghuni yang 'Berasal' dari Bawah Pohon

Zaenal Effendi - detikNews
Senin, 30 Sep 2013 15:26 WIB
Gaya Ceplas-ceplos Fatma, Penghuni yang Berasal dari Bawah Pohon
Surabaya - Sehari di Liponsos banyak menemukan hal yang menggelikan. Apalagi, di Lingkungan Pondok Sosial milik Pemkot Surabaya ini didominasi penghuni yang mengalami gangguan jiwa.

Tingkah yang aneh dan bicara ceplas-ceplos bisa ditemui. Gaya pakaiannya juga seenaknya, termasuk ada yang suka bertelanjang ria.

Saat mengunjungi Liponsos yang berada di Keputih, Sukolilo, detikcom mencoba bincang-bincang dengan salah satu perempuan yang tinggal sudah beberapa tahun di tempat tersebut.

Apa yang dialami, dirasakan selama tinggal di penampungan yang juga diajarkan ketrampilan itu mencoba digali. Sebut saja Fatma, salah satu penghuni Blok yang dikhususkan untuk perempuan yang mengalami gangguan jiwa.

Wanita bertubuh subur ini langsung tersenyum ketika pintu blok dibuka oleh petugas. Dia awalnya juga biasa saat disapa. Diam dan kadang tersenyum, Senin (30/9/2013).

Berikut ini penggalan bincang-bincang dengan Fatma:

Asalnya dari mana Bu?

"Ngisore wit gedang etan omahe ibu (Di bawah pohon pisang sebelah timur rumah ibu)

Loh kok dibawah pohon pisang, aslinya dari mana?

Ooo, teko Sleman (Dari Sleman)

Kok jauh sekali dari Jawa Tengah?

Iyo lang wingi mari teko ngisore wit gedang terus mlaku ngidul (Iya, kemarin dari bawah pohon pisang lalu ke selatan).

Saat wawancara itu, detikcom didampingi Kepala UPT Liponsos Sri Supatmi. Karena jawabannya tidak nyambung, Sri Supatmi pun lantas meminta Fatma untuk masuk ke dalam ruangannya,

Fatma langsung mencium tangan Sri Supatmi dan bergegas masuk. "Wes bu aku tak mlebu sek arep turu (Sudah ya bu, saya masuk dulu mau tidur)," ucap Fatma sambil melambaikan tangannya.

(ze/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini