Bukan Air yang Keluar, Sumur Petani Tuban Semburkan 'Emas Hitam'

Bukan Air yang Keluar, Sumur Petani Tuban Semburkan 'Emas Hitam'

- detikNews
Senin, 30 Sep 2013 13:28 WIB
Foto: Dion Fajar
Tuban - Niat mengebor sawah untuk mendapatkan air, namun bukan air yang keluar. Seorang petani di Tuban, Jawa Timur ini malah mendapatkan 'emas hitam' alias minyak mentah.

Minyak mentah itu menyembur dari sumur bor di sawah milik Sutaji (50) warga Dusun Kujung, Desa Kujung, Kecamatan Widang, seminggu lalu.

Cairan berwarna hitam pekat dan berbau khas lintung itu menyembur hingga 3 meter di bawah permukaan tanah. Bahkan warga yang ingin mengambil hanya cukup memasukkan alat timba lalu menariknya ke atas.

"Permukaanya hanya sekitar tiga sampai empat meter sudah terlihat," ujar Moh Jali, Kepala Desa Kujung, kepada detikcom di sekitar lokasi sumur minyak bumi, Senin (30/9/2013).

Awalnya cerita Moh Jali, Sutaji hanya ingin mencari air untuk kepentingan irigasi sawah. Namun setelah dilakukan pengeboran, bukan air yang ditemukan, melainkan minyak bumi.

"Awalnya ngebor untuk irigasi pertanian, tapi pada kedalaman lima puluh meter keluar cairang berwarna hitam pekat atau lintung," jelas Jali.

Saat detikcom mendatangi lokasi, lubang sumur yang mengeluarkan 'emas hitam' itu berada tepat di tengah sawah, tepat di samping gubuk. Bekas pengeboran masih nampak jelas karena meninggalkan pipa paralon ukuran 4 dim atau diameter 25 centimeter.

Menurut Jali, jauh sebelum dirinya lahir di desa setempat pernah ada sumur minyak bumi yang dieksploitasi penjajah Belanda. Namun ketika Indonesia merdeka, sumur-sumur minyak tersebut ditutup kembali.

"Sumur ini hanya berjarak setengah kilometer dari sumur tua peninggalan Belanda," terang Kepala Desa yang baru dilantik Bupati Tuban sebulan lalu.

Munculnya minyak bumi dari pengeboran sumur tersebut sebenarnya sudah muncul sejak seminggu lalu. "Pak Camat sudah saya telepon dua kali tidak diangkat, ya saya lapor wartawan saja," pungkasnya.


(bdh/bdh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.