"Karena sering kali para seniman dan budayawan terlupakan jasa dan usahanya mempertahankan kesenian Indonesia ditengah gempuran kesenian dari asing," ujar Surya Paloh kepada wartawan sebelum membuka pagelaran wayang kulit untuk mengapresiasi sinden cilik fenomenal, almarhum Febriana Mega Saputri (14) di Kediri, Minggu (29/9/2013).
SP yang datang ke Kediri juga dalam rangka memberikan penghormatan terhadap Mega yang meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal.
Ditengah gempuran kesenian asing masuk ke tanah air, Mega menurut Surya Paloh, justru menunjukkan kegigihan dan totalitasnya mempelajari serta melestarikan kesenian tradisional seperti tembang Jawa, campursari, dan menjadi sinden di pentas wayang kulit di usia yang masih belia. Apalagi di usianya 15 tahun itu, aktifitasnya di dunia seni juga dijadikan sebagai tulang punggung ekonomi keluarganya.
Surya Paloh menegaskan kembali, apa yang dilakukannya ke Kediri semata-mata sebagai rasa duka yang mendalam atas hilangnya sosok muda yang mencintai serta total melestarikan budaya Indonesia. Ia mengingatkan pemerintah akan pentingnya kesenian dan budaya asli Indonesia.
"Jangan sampai Indonesia dibilang gagal melestarikan dan menghargai seniman serta budaya bangsa," tandasnya.
Nasdem sebagai partai politik baru kata Surya Paloh, ingin memperihatkan kepada bangsa Indonesia bahwa posisi dan peran budayawan harus mendapatkan tempat yang terhormat diantara berbagai profesi yang ada.
"Kita harus bersama-sama dan komitmen untuk melestarikan kebudayaan yang ada," pinta Surya Paloh. Sebab, menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai kebudayaannya. Sementara, Indonesia, kata Surya Paloh, yang banyak memiliki kebudayaan yang saat ini mulai terabaikan.
(roi/bdh)










































