Yang pertama, wisata kota tua akan diperkuat karakternya. Kawasan seperti Kembang Jepun, Masjid Ampel dan Jembatan Suramadu memiliki sejarah dan budaya yang sayang bila terpendam. Potensi bangunan kota tua tersebut diharapkan akan kembali eksis.
Yang kedua adalah wisata bahari. Dwijaya Wardhana Kabid Fisik dan Prasarana Bappeko Surabaya menyebutkan kawasan seperti Kenjeran, kampung nelayan hingga sentra ikan dan nelayan di Nambangan, Kedung Cowek juga punya potensi terpendam.
Kawasan wisata bahari terpadu Kenjeran ini nanti akan digabungkan dengan kawasan wisata Kenjeran Lama yang dikelola Pemkot Surabaya. Sementara itu perkampungan nelayan akan ditata. Warga akan dilibatkan, sehingga keberadaan wisata bahari ini diharapkan memberi nilai tambah bagi keluarga nelayan.
"Sebenarnya ini semua potensi-potensi lama yang belum kita tingkatkan," kata Dwija saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/9/2013).
Kemudian yang ketiga yakni wisata indoor bergaya sekelas Universal Studio dan Batu Night Spectacular (BNS). Dwija ingin Kota Pahlawan ini juga sebagai kota destinasi wisata. Tapi dimana lokasinya?
"Ya, konsepnya night tourism, mirip BNS di Batu, Malang. Lokasinya, rencananya di sekitar Bundaran Waru, di belakang Makorem Bhaskara Jaya," tambah Dwija.
(nrm/fat)










































