Seorang petugas Satpol PP sempat babak belur karena menjadi sasaran kemarahan preman kala merazia anjal di kawasan Dupak.
Saat itu, anjal yang akan dibawa untuk pendataan dan diberikan pelatihan khusus teriak sehingga memancing keluar para preman.
Bukan rahasia lagi bila anak jalanan yang mengamen atau meminta-minta di jalanan itu ada yang melindungi.
Petugas Satpol PP yang berseragam harus dirawat intensif di rumah sakit karena luka-lukanya serius.
"Yang memukul bukan anak asongan, mereka itu preman. Mereka itulah yang sering meresahkan warga. Mereka nekat mengetok kaca pintu mobil pengendara. Kalau nggak dikasih uang, mereka gedor-gedor," papar Irvan Widyanto, Jumat (27/9/2013).
Kepala Satpol PP Surabaya, Irvan menjelaskan, bahwa para petugasnya selalu diwajibkan menggunakan cara-cara humanis saat akan menjaring anjal dan gepeng.
"Kami sudah berusaha menggunakan pendekatan humanis," kata Irvan.
Menurut Irvan, kejadian kekerasan yang menimpa anggotanya tersebut dianggap menjadi sebuah pelajaran berharga dan motivasi untuk menjadikan Surabaya yang aman dan nyaman.
Irvan pun hingga kini masih meminta supaya polisi mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut.
(gik/bdh)










































