Wakapolres Banyuwangi, Kompol Agus Widodo mengatakan, semenjak ada kasus serangan hewan ternak di Lingkungan Sutri Kelurahan Sobo, 11 September lalu, pihaknya telah melakukan penyelidikan. Hasilnya, anjing liar yang harus "bertanggung jawab" atas serangkaian kejadian tersebut.
"Anjing liar yang menyerang kambing kambing itu," ungkap Agus saat dihubungi detikcom, Kamis (26/9/2013)
Kesimpulan itu didapat dari hasil dari penyelidikan. Diketahui sejumlah anjing liar ada di titik-titik serangan yang pernah terjadi. Polisi sudah membedakan antara anjing liar dengan anjing peliharaan warga.
Sementara itu, Disnak Banyuwangi tengah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sekaligus memberikan kepastian jika pemangsa ternak warga adalah anjing liar. Itu berdasarkan dari pola serangan yang ditemukan. Seperti gigitan di leher, luka cakaran serta luka yang dominan pada perut.
"Anjing liar yang hidup dihutan dan kehabisan sumber makanan lalu mencari makan ke pemukiman warga," ujar Kepala Disnak Banyuwangi, Heru Santoso.
Disnak juga menerjunkan tim kesehatan hewan untuk mengobati ternak warga yang luka akibat serangan anjing. Dengan memberikan suntikan anti infeksi dan vitamin. Meski kebanyakan ternak yang digigit anjing tidak bakal hidup lama.
"Anjing liar cenderung melumpuhkan mangsanya dengan menggigit leher. Anjing juga suka menyerang bagian perut," urai Mohammad Sodiq (40), mantri kesehatan hewan Disnak Banyuwangi yang ditemui usai menyuntik kambing korban gigitan anjing liar di Desa Tamansari, Kecamatan Licin.
(iwd/iwd)










































