Kepala IRD RSU dr Soetomo, dr Urip Murtedjo SpB-KL mengaku pihaknya menerima pasien dengan keluhan gejala ISPA sejak beberapa hari lalu.
"Sejak tanggal 23 September jumlah pasien yang masuk di IRD sekitar 15 orang setiap harinya. Namun semuanya rawat jalan dan tergolong infeksi pernafasan ringan. Namun jika dibiarkan bisa ke taraf infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA. Angka itu belum yang ada di RS lainnya," kata dr Urip kepada detikcom di ruangannya, Kamis (26/9/2013).
Infeksi ini, kata Urip, biasanya diawali dengan batuk dan flu yang berkepanjangan, terkadang juga dibarengi dengan panas tinggi. Jika disertai panas tinggi, biasanya dilakukan pemeriksaan lanjutan.
"Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk mengetahui apakah karena ISPA atau penyakit yang lain. Sehingga perlu pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah dan lainnya," ujarnya.
Untuk masyarakat Surabaya, Urip menyarankan, yang terpenting bagaimana melakukan pencegahan dini. Penggunaan masker saat sedang berada di jalanan sangat disarankan. Karena kondisi cuaca yang panas menyebabkan debu yang bertebaran lebih banyak yang biasanya.
"Kalau perlu pakai kacamata, supaya menghindari adanya gangguan pada mata karena debu dan sinar matahari," imbuh Urip.
Selain itu minum air putih juga sangat dianjurkan, karena kondisi elektrolit tubuh cepat turun ketika Surabaya sedang panas.
"Banyak cara untuk mencegah, seperti minum air putih yang banyak. Orang Indonesia itu kuat-kuat lho. Udah tau biasanya kalau kena gejala begitu langsun minum jahe anget, teh anget, dan lain-lain," tandasnya.
(fat/fat)











































