Itu terbukti adanya larangan kendaraan besar melintas di jembatan beberapa tahun lalu. Bahkan kondisi jembatan yang memprihatikan itu menelan korban tewas tenggelam seorang anak kecil yang berjalan di malam hari bersama ibunya.
"Ya rencananya akan dibongkar jembatan semua. Tapi pengerjaannya kapan belum tahu, karena proyek ini wewenang provinsi," kata seorang petugas Dishub Sidoarjo Hesti Sampurna kepada detikcom di lokasi, Rabu (25/9/2013).
Dari pantauan detikcom, sebuah crane terparkir di depan jembatan. Petugas dishub dan polisi sempat menutup arus lalu lintas. Namun ada saja kendaraan yang lewat khususnya kendaraan roda dua.
"Tadi sudah dilarang sudah lewat, tapi masyarakat khususnya pengendara roda dua nekat melintas. Ya sudah kita biarkan dulu sebelum dibongkar," tambah Hesti.
Tampak petugas dishub dan polisi berjaga di area crane yang diparkir di tengah jalan. Informasi yang dihimpun Dinas Pu Bina Marga menganggarkan biaya perbaikan total jembatan ini, sebesar Rp 8 miliar pada APBD tahun 2013.
Untuk konsep perbaikan total jembatan, PU Bina Marga akan mengganti seluruh penyangga jembatan yang saat ini masih berupa besi-besi tua. Selanjutnya khusus untuk pejalan kaki, rencananya akan dibuatkan jalur khusus dengan besi pagar pemisah.
Pantauan di lokasi jembatan lama, warga masih menggunakan jembatan untuk menyebarang ke arah Karang Pilang atau sebaliknya ke arah Wonocolo Sepanjang.
Di tengah jembatan berdiri balok cor untuk mencegah lewatnya truk bermuatan berat masuk melalui jembatan ini. Terlihat juga informasi kondisi jembatan rusak dengan rambu peringatan. Ini dimaksudkan agar pengguna jalan tetap berhati-hati saat melintas jembatan yang dibangun pada masa penjajahan.
(fat/fat)











































