"Kami masih melakukan pencarian," ujar Kapolsek Sawahan Kompol Manang Soebeti, Senin (23/9/2013).
Manang menjelaskan, 2 Tim dari Polsek Sawahan diterjunkan untuk mencari Budi. Budi diburu ke wilayah Lamongan, Bojonegoro, Tuban dan daerah lainnya. Lamongan adalah kampung halaman Budi. Bojonegoro adalah tempat Budi terakhir berdinas dan Tuban adalah tempat Budi mendapatkan arak sebagai bahan baku utama pembuat cukrik.
Namun, polisi masih belum menemukan titik terang keberadaan pecatan Polwil Bojonegoro itu. Alasannya, keluarga Budi tidak kooperatif membeberkan informasi keberadaannya.
"Keluarganya juga menutup-nutupi semua. Kami terus melakukan pencarian di tempat lainnya," terangnya.
Upaya lain yang dilakukan Polsek Sawahan adalah meminta bantuan Polrestabes Surabaya untuk mengeluarkan keterangan status Budi sebagai DPO ke seluruh polres jajaran Polda Jatim.
Polsek Sawahan juga akan meminta Polrestabes Surabaya untuk menyampaikan ke pihak imigrasi agar menerbitkan pencekalan Budi agar tidak melarikan diri ke luar negeri.
"Nanti akan kami sampaikan ke Polrestabes, biar (pencekalan) bisa disampaikan ke imigrasi," tandasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 14 orang (11 dari Surabaya dan 3 orang dari Gresik) tewas setelah menenggak cukrik. Cukrik tersebut didapatkan Ismail dari Budi. Ismail adalah salah seorang penjual cukrik.
(roi/iwd)











































