Saat mengumpulkan wartawan di Balai Kota Surabaya, Senin (23/9/2013) sore, Walikota Surabaya itu pun mengumbar uneg-unegnya tentang Surabaya dan masalahnya yang bejibun.
Walikota yang diusung PDI Perjuangan ini bicara soal pengelolaan sampah di LPA Benowo, Mass Rapid Transport (MRT), penutupan lokalisasi, minuman keras jenis cukrik hingga program baru yaitu pembangunan jalur luar lingkar timur.
Selama sekitar 2 jam, Risma yang didampingi beberapa pejabat Pemkot Surabaya saat bicara ke wartawan lebih banyak bicara menggunakan Bahasa Jawa. Curhatan walikota itu pun disimak wartawan dengan serius. Bahkan Risma juga mengaku pernah mendapat ancaman dibunuh.
Bahkan tak jarang, Risma saat cerita juga menirukan apa yang telah dialami. Contohnya, saat Risma menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dirinya mendatangi LPA Benowo dan bertengkar dengan warga yang akan menutup lokasi tersebut.
"Saya tendang-tendangan juga," kata Risma sambil mempraktekkan gaya nendangnya di depan wartawan di ruang kerjanya lantai 2. (gik/gik)










































