Ketika Risma Curhat Soal Masalah Kota Surabaya

Ketika Risma Curhat Soal Masalah Kota Surabaya

Norma Anggara - detikNews
Senin, 23 Sep 2013 17:59 WIB
Ketika Risma Curhat Soal Masalah Kota Surabaya
Risma saat mengumpulkan wartawan/Zainal E
Surabaya - Yang khas dari Tri Rismaharini adalah gayanya. Selain tanpa kompromi, ceplas-ceplos dan intonasinya tinggi seperti orang marah. Tak hanya itu, Bahasa Jawa sering digunakan saat bicara.

Saat mengumpulkan wartawan di Balai Kota Surabaya, Senin (23/9/2013) sore, Walikota Surabaya itu pun mengumbar uneg-unegnya tentang Surabaya dan masalahnya yang bejibun.

Walikota yang diusung PDI Perjuangan ini bicara soal pengelolaan sampah di LPA Benowo, Mass Rapid Transport (MRT), penutupan lokalisasi, minuman keras jenis cukrik hingga program baru yaitu pembangunan jalur luar lingkar timur.

Selama sekitar 2 jam, Risma yang didampingi beberapa pejabat Pemkot Surabaya saat bicara ke wartawan lebih banyak bicara menggunakan Bahasa Jawa. Curhatan walikota itu pun disimak wartawan dengan serius. Bahkan Risma juga mengaku pernah mendapat ancaman dibunuh.

Bahkan tak jarang, Risma saat cerita juga menirukan apa yang telah dialami. Contohnya, saat Risma menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dirinya mendatangi LPA Benowo dan bertengkar dengan warga yang akan menutup lokasi tersebut.

"Saya tendang-tendangan juga," kata Risma sambil mempraktekkan gaya nendangnya di depan wartawan di ruang kerjanya lantai 2. (gik/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini