Sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (22/9/2013) truk yang dikendarai kakak beradik Subiyanto (40) dan Dwi (35) warga Pare Kabupaten Kediri berniat ganti ban karena bocor.
"Awalnya kita mau mengirim minuman Ale-Ale dari Bangil menuju Purwokerto Jawa Tengah. Selepas Kota Ngawi ban truk induk bagian belakang sebelah kiri bocor," kata Dwi (35) kepada detikcom, Minggu (22/9/2013).
Saat itulah, kata Dwi, kakaknya menepi untuk mengganti ban. Saat didongkrak oleh kakaknya, tiba-tiba tanah ambles.
"Lalu body truk miring dengan cepat dan terguling. Saya bisa menghindar namun kakak saya tertimpa," tambahnya.
Karena keterbatasan peralatan, proses evakuasi jasad Subiyanto (35) yang tewas terjepit memakan waktu cukup lama.
"Setelah polisi datang warga ikut membantu evakuasi. Prosesnya, lumayan lama yaitu sekitar 30 menit. Pertama harus menurunkan muatan minuman, kedua baru mengangkat truk. Karena peralatan polisi kurang lengkap prosesnya tidak bisa cepat," kata seorang warga bernama Surono.
Menurut Surono, kesalahan parkir diduga menjadi penyebab tergulingnya truk. "Meski lokasi parkirnya sudah di pinggir jalan namun tanahnya agak miring. Truk bagian depan kondisinya ikut miring sehingga saat didongkrak langsung terguling," imbuh Surono.
Sementara mayat Subiyanto yang remuk kemudian dibawa ambulans ke kamar mayat RSUD Dr Soeroto Ngawi untuk menjalani visum. Sedangkan petugas dari Polres Ngawi yang datang di lokasi kejadian enggan memberi komentar kasus kecelakaan tunggal tersebut.
(fat/fat)











































