"Memang tadi sempat ditutup karena situasi dan kondisi di lapangan. keamanannya tidak memungkinkan," kata Panpel bagian tiket Edhi Prasetyo, kepada detikcom, Minggu (22/9/2013).
Edhi mengelak jika ditutupnya loket sisi utara karena tiketnya dijual ke para calo. "Itu tidak benar," tegas Edhi.
Edhi kembali menjelaskan jika ditutupnya loket sudah jelas yakni karena masalah keamanan petugas loket yang melayani penjualan tiket. "Banyak suporter yang merusak loket meski sudah dilayani. Malahan p[ara suporter masih berbuat hal yang lebih (anarkis). Terpaksa kami tutup saja," terang Edhi.
Tetapi nasi sudah menjadi bubur. Karena satu loket terbakar, maka pelayanan loket tiket suporter untuk pertandingan final piala AFF U-19 difokuskan pada satu pelayanan.
"Yang melayani pembelian tiket final akhirnya dibuka hanya sisi selatan saja. Tapi tiketnya sendiri habis terbeli semuanya sejak pukul 11.00 WIB tadi," terang Edhi.
Edhi menjelaskan, tiket yang dicetak total berjumlah 30840 lembar tiket hanya. Namun tidak semua tiket dijual.
"Yang kami cetak adalah 30840 lembar. Sedangkan yang dijual ke suporter hanya untuk tribun utama 9 ribu lembar, sedangkan 18.840 lembar tiket adalah untuk suporter," jelas Edhi.
Untuk tiket utama yang dicetak 9 ribu lembar , harganya Rp 75 ribu rupiah. Sedangkan untuk ekonomi yang khusus suporter dijual dengan harga 30 ribu rupiah. Ketika dikonfirmasi mengenai adanya tiket VVIP yang sudah dicetak, kenapa tidak dijual. Edhi tidak menampik, kalau tiket itu memang tidak dijual ke pasaran.
"Memang tercetak tiket VVIP itu. Tapi kami tidak menjualnya. Melainkan kami berikan kepada undangan para pejabat penting," pungkas Edhi.
(iwd/iwd)










































