Meski begitu, Anton memiliki rencana besar merombak sistem kerja di lingkungannya. Mulai dari memasang CCTV di ruang-ruang kerja bawahannya sampai melelang jabatan mengadopsi langkah Gubernur DKI Jokowi.
"Semua tersistem untuk memudahkan komunikasi dan pelayanan, melalui jaringan internet. Dan memasang CCTV," ujar M Anton saat berbincang dengan detikcom, Jumat (20/9/2013).
"Apakah pemasangan CCTV itu sebagai bentuk tekanan bagi pegawai?" tanya detikcom. Dengan tegas Anton membantah. Pemasangan CCTV menurutnya bisa mengontrol kinerja pegawai. Apapun yang dilakukan, harus termonitor untuk peningkatan pelayanan.
"Ya salah satunya PAD terpenuhi, dan disiplin kerja," bebernya.
Dimana saja CCTV akan dipasang. Anton menyebut, di semua ruang kerja pegawai. Memang dibutuhkan anggaran tak sedikit, karena itu masih dalam proses pembahasan anggaran. "Masih dibahas, dan itu harus realisasi," paparnya.
Anton sadar diri, reformasi birokrasi akan dilakukan pasca semua program kerja sudah berjalan. Terutama yang menyangkut dari visi misinya. "Kita kan masih baru, kalau langsung melakukan perubahan internal, jadi gimana nanti," tandasnya.
Mengenai lelang jabatan untuk posisi ekselon II hingga III, Anton tengah mengadopsi langkah Jokowi Gubernur DKI dalam melaksanakan program itu.
"Masih dipelajari di Jakarta, kalau sudah siap, kita lakukan disini," akunya.
Lelang jabatan, lanjut dia, untuk mengukur kredibilitas pegawai. Hingga tidak asal-asalan menunjuk atau melantik. "Harus punya visi misi dan bisa diaplikasikan dalam kinerjanya nanti," pungkas dia.
(bdh/bdh)










































