Sikap walikota yang 'sayang' sampah itulah yang melandasi Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya sekarang memanfaatkan sampah-sampah rumah tangga ataupun dari pasar yang organik untuk dijadikan pupuk kompos.
"Kini, Bu Risma berpedoman jangan sampai ada sampah organik yang terbuang sia-sia dan percuma," kata Kepala DKP Chalid Buhari saat dihubungi detikcom, Jumat (20/9/2013).
Untuk itu 17 rumah kompos yang tersebar di berbagai simpul di Surabaya ini diaktifkan kembali. "Prinsip awalnya pengurangan sampah. Namun, semakin hari, manfaat rumah kompos semakin meluas," katanya.
Apalagi, lanjut Chalid, kebutuhan internal Pemkot Surabaya tentang pupuk kompos cukup besar. Maklum, Surabaya memiliki sedikitnya 9 taman cantik yang perlu perawatan secara konsisten dan rutin.
"Ada kebutuhan internal pupuk. Dari rumah kompos inilah kami memanfaatkan sampah secara maksimal," kata Chalid.
(nrm/gik)











































