M Anton, walikota yang baru lima hari menjabat ini ingin melibatkan peran serta masyarakat untuk wajah baru kawasan itu, dengan melombakan desaignnya. Meski Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) sudah memiliki pra desain Alun-alun Merdeka dengan anggaran sebesar Rp 7,1 miliar.
"Harapan saya, akan banyak masukan desain wajah Alun-alun Merdeka dari para arsitektur dan kalangan perguruan tinggi," kata Anton berbincang-bincang dengan detikcom di Balaikota Malang, Jumat (20/9/2013).
Anton menjanjikan desaign alun-alun harus sesuai dengan visi, yakni menjadi lokasi wisata keluarga yang lebih baik dari sekarang.
"Pembangunan akan menggandeng para pengusaha dan pelaku usaha serta perbankan di Kota Malang," tuturnya.
Kerjasama apa yang dimaksud, yaitu memanfaatkan program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.
Beberapa perusahaan dan perbankan diakui Anton sudah merespon baik rencananya itu.
"Kami usahakan tidak menggunakan dana APBD yang sangat terbatas. Kami akan menggandeng para pengusaha dan pelaku usaha untuk dapat mewujudkan ini," ungkapnya.
Dia pun bercita-cita, wajah baru Alun-Alun Kota Malang ini akan mengungguli Alun-Alun Kota Batu. Yang selama ini menjadi pusat tujuan masyarakat karena fasilitasnya. "Jadi tidak perlu ke Batu, cukup disini," tegasnya.
Perubahan wajah Alun-Alun Merdeka memang sudah dilakukan oleh Peni Suparto, walikota sebelumnya.
Dengan mendirikan Cyber Park hasil CSR dengan PT Telkom. Sayangnya, Cyber Park tak berjalan mulus, seperti keinginan saat melaunchingnya.
Artinya tak banyak warga mengetahui adanya fasilitas internet gratis di wilayah itu.
Selama ini Alun-Alun Merdeka banyak dipadati para pedagang mainan anak-anak. Karena banyak orang tua mengajak putar-putri mereka sekedar melepas penat, khususnya di malam hari.
Sempat walikota lama Peni Suparto membersihkan wilayah itu dari pedagang. Namun, tak berjalan lama, para pedagang kembali memadati areal publik itu.
(bdh/bdh)










































