Humas Pemkot Surabaya M Fikser mengakui, tujuan awal diaktifkannya 17 rumah kompos tersebut untuk mengurangi jumlah sampah yang menumpuk. Namun, manfaat lebih luasnya, masyarakat Surabaya kini menjadi terbiasa dengan gaya hidup bersih dan rapi.
"Efek besarnya, sekarang kebersihan sudah merupakan gaya hidup warga kota. Orang lebih tertib, lebih rapi," kata M Fikser saat dihubungi detikcom, Jumat (20/9/2013)
Fikser menambahkan, Walikota Tri Rismahari terus mencari cara untuk meningkatkan peradaban kota Surabaya.
Menurutnya, bila budaya warga kota terbiasa hidup bersih, tandanya ada perbaikan peradaban di Kota Pahlawan ini. "Ini tandanya ada perbaikan peradaban. Warga kota terbiasa hidup bersih dan rapi kan?" pungkas Fikser.
(nrm/gik)










































