"Korban atas nama Dani Kumbara," kata AKP Roman Smardhana Elhaj saat dihubungi detikcom, Jumat (20/9/2013).
Kapolsek Wonokromo itu mengatakan, menurut penuturan keluarga, Dani mengalami depresi sejak cerai dengan istrinya. Sebagai pelampiasan, pria 36 tahun itu melampiaskannya dengan minum cukrik.
"Korban sangat sering mabuk terutama minum cukrik, bahkan korban pernah minum spiritus," lanjut Roman.
Dani terakhir masih terlihat tadi malam. Dan jasad Dani yang sudah kaku ditemukan oleh keluarganya pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIb di kamarnya. "Dikabarkan ke kami pukul 09.30 WIB," terang Roman.
Di sebelah tubuh Dani ditemukan plastik berisi sisa cukrik. Cukrik itu sepertinya menjadi minuman terakhir Dani tadi malam. Saat ditemukan, kondisi tubuh Dani cukup mengenaskan. Tubuh Dani menghitam terutama pada bagian wajah.
"Mungkin itu akibat organ dalam tubuhnya yang sudah rusak berat," ujar Roman.
Alasan Roman beralasan karena Dani pernah dibawa ke rumah sakit akibat terlalu banyak minum cukrik. Dani juga cukup sering muntah darah. Roman menegaskan bahwa Dani bukanlah korban cukrik yang ikut dalam kasus Polsek Sawahan.
"Korban Dani minum sendiri. Korban memang tewas karena cukrik akibat tubuhnya yang sudah rusak dan sudah tak mampu menerima minuman keras itu," tandas Roman.
(iwd/iwd)










































