Tantri merasa trenyuh sekaligus terharu dengan keadaan Mbok Karyati yang sebenarnya. Di rumah usang yang kurang terawat, Mbok Karyati tinggal seorang diri. Ia berjuang hidup sendirian dengan menjadi seorang pemulung barang bekas plastik dan kertas.
Meski ada 4 anaknya yang telah hidup mandiri, Mbok Karyati tidak mau membebani, dan memilih berjuang hidup seorang diri dengan mengais rezeki dari barang bekas.
Luar biasanya, Mbok Karyati tidak hanya mandiri tapi juga bisa mengumpulkan uang untuk naik haji. Dan cita-citanya melihat Ka'bah secara langsung dikabulkan Allah pada tahun 2013 setelah 20 tahun menabung dari penghasilannya sebagai pemulung. Mbok Karyati akan berangkat pada 29 September 2013 melalui kloter 43 embarkasi Juanda.
Semangat juang yang tinggi dan niat yang tulus inilah yang menjadi inspirasi bagi semua orang termasuk Bupati Probolinggo, Hj. Tantriana Aminuddin.
"Mbok Karyati ini menjadi contoh bagi kita semua. Semangatnya begitu tangguh dan niatnya sangat tulus. Ini adalah panggilan Allah dan Mbok Karyati akan memenuhi panggilan-Nya," ujar Tantri dengan nada terharu.
Dalam kunjungannya itu, Tantri memberikan santunan uang untuk tambahan bekal ibadah haji kepada Mbok Karyati.
(fat/fat)











































