Benda-benda bersejarah yang tersimpan di museum yang berada di Jalan Jenggola Sidoarjo, Jawa Timur, ini terdiri dari koleksi geologika, biologika, ttnografika, arkeologika, historika, numismatika, filologika, keramologika, seni rupa dan teknologika.
Dari pengamatan detikcom, hampir di setiap sudut museum terpasang CCTV. Mulai dari pintu masuk utama menuju ke area dalam gedung, hingga di dalam ruang pameran.
"Antisipasi pencurian benda bersejarah yang tersimpan di Museum Mpu Tantular. Kita sudah memasang CCTV di 13 titik," kata Kepala UPT Museum Mpu Tantular Gunawan Ponco Putro, kepada detikcom, Rabu (18/9/2013).
Mantan Biro Organisasi Pemprov Jatim tersebut menjelaskan, CCTV yang paling dominan berada di gedung pameran. Karena, tempat itu banyak menyimpan benda bersejarah ataupun benda purbakala zaman kerajaan.
Tidak hanya itu saja, sistem keamanan juga terlihat pada kontruksi bangunan yang menyimpan Garudeya. "Kontruksi bangunan atap itu tebalnya 25 centimeter. Untuk tembok yang mengelilingi ruang menyimpan Garudeya setebal 15 centimeter," pungkas dia.
Garudeya ditemukan seorang warga bernama Seger pada tahun 1989, di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Hiasan ini dibuat dari emas 22 karat dengan berat keseluruhan 1.163.09 gram.
Dilihat dari reliefnya, kemungkinan hiasan ini merupakan peninggalan dari abad XII-XIII Masehi. Benda ini merupakan cindera mata dari Raja Siam kepada Raja Airlangga.
(bdh/bdh)










































