"Saya sendiri tidak mempunyai kunci ruangan (ruang menyimpan Garudeya) itu," kata Kepala UPT Museum Mpu Tantular Gunawan Ponco Putro, kepada detikcom, Rabu (18/9/2013).
Pengamanan dengan menggunakan tiga kunci itu dilakukan untuk mengatisipasi yang tidak diinginkan seperti pencurian. Dan ketiga kunci itu diberikan kepada tiga orang yang diberi mandat oleh pemerintah.
"Yang memegang kunci untuk ruangan menyimpan Garudeya itu hanya tiga orang. Saya sendiri tidak berhak menyimpan ataupun memegang kuncinya," tandas dia.
Garudeya, artefak benda bersejarah terbuat dari emas yang disimpan di Gedung pameran Museum Mpu Tantular.
Garudeya ditemukan seorang warga bernama Seger pada tahun 1989, di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Hiasan ini dibuat dari emas 22 karat dengan berat keseluruhan 1.163.09 gram.
Dilihat dari reliefnya, kemungkinan hiasan ini merupakan peninggalan dari abad XII-XIII Masehi. Benda ini merupakan cindera mata dari Raja Siam kepada Raja Airlangga.
Untuk melindungi koleksi yang tak ternilai harganya ini, pihak Museum Mpu Tantular menyimpan di sebuah ruangan khusus berukuran 5 x 6 meter persegi.
(bdh/bdh)










































