Lalai Bawa STNK Motor Dinas, 7 Polisi Dihukum Push Up

Lalai Bawa STNK Motor Dinas, 7 Polisi Dihukum Push Up

M Rofiq - detikNews
Selasa, 17 Sep 2013 12:44 WIB
Lalai Bawa STNK Motor Dinas, 7 Polisi Dihukum Push Up
Kapolresta Probolinggo menghukum anak buahnya/M Rofiq
Probolinggo - Tujuh anggota Polres Probolinggo Kota dihukum push up akibat kelalaiannya mempersiapkan kelengkapan surat-surat dan merawat kendaraan dinas. Hukuman push up itu diberikan Kapolresta AKBP Iwan Setyawan, saat melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor (ranmor) dinas di halaman mapolresta, Selasa (17/9/2013) siang.

"Mana surat-surat motor dan SIM-nya. Lho, kok mati SIM-nya. Ayo push up," ujar Kapolresta Probolinggo yang baru 2 hari ini menjabat kepada anggota Sabhara.

Penyetrapan berikutnya menimpa anggota Satlantas dan Polsek yang surat-suratnya tidak lengkap, dan tidak merawat motornya. Iwan pun langsung menyuruh push up para anggota sampai 10 kali.

Pemegang kendaraan roda empat atau mobil juga tak luput dari setrapan mantan Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya ini. Melihat ada mobil patroli polisi sangat kotor alias tidak terawat, Iwan pun memberi sanksi push up pada pemegangnya.

"Motor dan mobil adalah sarana dan prasarana penting dalam menunjang tugas pokok dan fungsi Polri. Bagaimana bisa maksimal dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, kalau sarana dan prasananya tidak siap. Polisi juga harus taat hukum, menjadi teladan," tegas Iwan.

Hukuman kepada anggota yang melanggar diterapkan Iwan sebagai peringatan agar tidak mengulangi kesalahannya. Di pihak lain, Iwan juga memberikan reward kepada anggota yang kinerjanya baik. Ada 3 orang anggota pemegang kendaraan dinas yang diberi uang masing-masing Rp 100 ribu karena menjaga dan merawat kendaraannya dengan baik.

Selain mengecek ranmor, Iwan juga mengecek kelengkapan anggota Sabhara yang biasa menghadapi demo. Bahkan Iwan juga melakukan ujicoba penembakan gas air mata di lapangan Mapolresta.

"Semua tetap di posisi, termasuk wartawan. Biar tahu kayak apa rasanya gas air mata. Kerja polisi itu memang berat. Belum lagi terkena lemparan batu, mereka juga merasakan perihnya gas air mata. Wartawan biar merasakan juga," pungkas Iwan tersenyum kepada sejumlah wartawan cetak dan elektronik.

(bdh/bdh)
Berita Terkait