Junaidi (39) tepergok membawa istri temannya bernama Supriyatin (31) saat mengemudikan truk pada Senin (16/9/2013). M Inam (37) yang mengetahui istrinya serong tak terima.
Warga warga Desa/Kecamatan Mangaran itu lantas dibantu polisi berusaha mencegat truk yang dikemudikan Junaidi yang tak lain kawannya sendiri.
Sadar ulahnya tercium, Junaidi yang berasal dari Desa Kayuputih, Kecamatan Panji itu tidak menghiraukan saat anggota Polsek Kapongan Briptu Dedi berusaha menghentikan truknya di jalan raya Kecamatan Kapongan.
Truk warna biru itu terus melaju ke arah barat, dan baru berhenti setelah menabrak sepeda motor yang dikemudikan Inam, di jalan raya Kecamatan Panji.
Warga yang tahu kejadian itu pun sontak emosi. Apalagi saat diberi tahu kalau Inam sengaja mencegat truk itu karena sopirnya membawa istrinya. Tanpa dikomando, sejumlah warga pun langsung naik pitam dan memukuli Junaidi. Beruntung, Briptu Dedi sigap mengamankan Junaidi dan Supriyatin ke Mapolsek Kapongan.
Gagal menghakimi pelaku, warga memilih melampiaskan emosinya dengan merusak truk. Setelah digulingkan di pinggir jalan hingga isi muatannya semburat, serta membuat kaca bagian depan pecah.
"Kok tega, dia itu teman saya waktu kerja materialan. Saya memang ada masalah dengan istri, tapi belum resmi bercerai. Awas kamu!" teriak Inam saat melihat Junaidi dan istrinya digiring di Mapolsek Kapongan.
Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, sebelum memergoki istrinya bersama pria lain, Inam sudah lama mencurigai gerak-gerik keduanya. Kecurigaan itu berlanjut saat dia mendapatkan SMS yang mengabarkan istrinya naik ke atas truk yang dikemudikan Junaidi di persimpangan Jalan Raya Kapongan,
Tanpa menunggu waktu, Inam pun berusaha mengeceknya. Benar saja, di dekat persimpangan itu dia mendapati sepeda motor istrinya berada di tempat parkir. Saat itulah, Inam langsung berkoordinasi dengan aparat Polsek Kapongan untuk mencegat truk yang dikendarai keduanya.
"Saya memang punya hubungan dengan dia (Supriyatin) pak. Dia hanya ikut saya ambil muatan ke lokasi tebangan tebu. Banyak saksinya kalau saya tidak berbuat apa-apa," kilah Junaidi.
Kapolsek Kapongan, AKP M Subakri mengatakan, pihaknya hanya mengamankan pasangan selingkuh itu dari amukan massa. Sementara untuk proses hukumnya tetap akan dilimpahkan ke Polres Situbondo.
(gik/gik)











































