Peristiwa ini bermula saat Devi dan Sasa akan mengikuti pelajaran sekolah. Tiba-tiba saja keduanya menangis dan berteriak-teriak. Para guru panik dan memanggil terapi spiritual agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.
Menurut Wakasek Kesiswaan Anam Syaifudin, kesurupan yang terjadi saat ini dimungkinkan karena ada perbaikan jembatan di depan sekolah.
"Sebelumnya hari Jumat ada 4 anak yang mengalami kesurupan. Saat ini ada 2 anak. Awalnya menangis lalu teriak-teriak, mungkin kesurupan ini karena ada jembatan depan sekolah di bangun," kata Wakasek SMU model Terpadu Anam, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (16/9/2013).
Sementara keduanya saat ini sedang menjalani perawatan pihak sekolah dengan terapi spiritual. Rencananya para siswi yang kesurupan akan dipulangkan ke rumah agar kondisinya membaik.
(fat/fat)











































