"Ada satu korban meninggal dunia," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Surabaya Candra Oratmangun, Kamis (12/9/2013).
Dari informasi yang dihimpun, api berawal dari bagian depan lantai satu rumah milik Sugiantoro tersebut. Api lalu merembet hingga ke lantai dua. Api diduga berasal dari tumpahnya minyak tanah. Api kemudian membakar dan meledakkan tabung LPG yang dijual di toko.
Saat kebakaran terjadi, anak Sugiantoro, M. Taufik (26) sempat menyelamatkan adik-adiknya. Setelah selesai, korban kembali masuk rumah untuk mengambil handphone dan dompetnya.
Naasnya, Taufik tak keluar lagi setelah masuk. Jenazah Taufik dapat ditemukan saat petugas berhasil memadamkan api selama satu jam. Taufik ditemukan tewas dengan kondisi telungkup dan bagian tubuhnya melepuh di ruang tengah lantai dua.
"Kemungkinan korban lemas karena terlalu banyak menghirup asap, serta terkena panas hingga melepuh," terangnya.
Setelah tempat kejadian kebakaran berhasil dilokalisir dan dilakukan pembasahan, petugas mengevakuasi korban dan dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit Umum dr Soetomo Surabaya.
"Untuk mengetahui penyebabnya (tewas), korban divisum," tuturnya.
Korban rencananya akan disemayamkan di Masjid Al Ikhsan Karangan, kemudian akan dimakamkan di TPU di kawasan Tambaksari karena Taufik masih beralamatkan Tambaksari.
(roi/iwd)











































