Satu Orang Tewas, Polisi akan Usut Kerusuhan di Jember

Satu Orang Tewas, Polisi akan Usut Kerusuhan di Jember

Syaiful Kusmandani - detikNews
Kamis, 12 Sep 2013 08:49 WIB
Satu Orang Tewas, Polisi akan Usut Kerusuhan di Jember
Motor-motor yang dirusak/ Syaiful K
Jember - Kepolisian Daerah Jawa Timur janji akan mengusut kerusuhan di Ponpes Darus Sholihin, Desa Puger Kulon, Jember, yang menewaskan satu orang. Saat ini pasukan Polri dan TNI disiagakan di lokasi kejadian.

8 Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang diterjunkan untuk pengamanan terdiri Brimob dan Sabhara.

"Kita juga dibantu TNI dengan menerjunkan personil sebanyak 4 SSK," kata Kapolda Jatim Irjen. Pol Unggung Cahyono, di sela melakukan pemantauan langsung di Puger, Rabu (11/9/2013) tengah malam.

Dia juga menegaskan, polisi akan melakukan penegakan hukum. Apalagi kerusuhan itu telah menimbulkan korban jiwa.

"Kita akan proses hukum, apalagi ini sudah menimbulkan korban jiwa. Oleh karena itu, serahkan semuanya kepada kami untuk proses hukum lebih lanjut," kata Unggung.

Menurut Unggung, dirinya sudah bertemu dengan dua kelompok yang selama ini memang berbeda pandangan, yakni antara kelompok Habib Ali dan Ustad Fauzi. Kepada mereka Unggung meminta agar kedua kelompok itu tidak mengambil tindakan sendiri – sendiri, dan menyerahkan proses hukumnya ke polisi.

"Mengenai pelaku penyerangan yang membuat satu korban meninggal, sekarang ini masih dalam proses lidik, kita tunggu saja hasilnya," kata Unggung.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan karnaval siswa TK dan PAUD Ponpes Darus Sholihin pada Rabu siang berbuntut rusuh. Sekelompok massa menyerang Ponpes Darus Sholihin ketika acara karnaval berlangsung. Puluhan motor rusak, dan satu ruangan kelas di Ponpes itu dibakar. Aksi massa itu juga membuat seorang warga tewas.

Ponpes Darus Sholihin sendiri selama ini dituding sebagai penganut paham Syiah. Bahkan beberapa waktu lalu sempat terjadi ketegangan antara Ponpes yang diasuh Habib Ali itu dengan penganut Sunni di Puger. Namun ketegangan itu mereda setelah dilakukan mediasi.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini