"Motifnya uang. Korban selalu merasa kurang dengan uang yang diberikan tersangka," kata Kombespol Setija Junianta kepada wartawan, Rabu (11/9/2013).
Kapolrestabes Surabaya itu menambahkan, bahkan Margaretha terkadang mengambil uang Philipus tanpa izin. Dari informasi yang dihikpun, Philipus (36) dan Margaretha (45) bukanlah pasangan suami istri. Mereka adalah pasangan kumpul kebo yang hidup tanpa status pernikahan.
Pasangan tersebut bertemu 5 bulan lalu di Pasuruan dalam sebuah acara gereja. Karena sama-sama berasal dari Sumbawa Barat Daya, mereka cepat akrab dan akhirnya berpacaran. Sebulan lalu, mereka hidup satu atap denganmenyewa kamar kos di Jalan Kedurus III/17D.
Setelah tinggal satu atap, ekonomi rupanya menjadi masalah mereka berdua. Penghasilan Philipus sebagai karyawan toko knalpot mobil di kawasan Ngagel rupanya kurang mencukupi sehingga membuat Margartha kerap marah. Motif ekonomi itu akhirnya menjadi alasan Philipus membunuh Margaretha.
Seperti diberitakan sebelumnya, Margaretha ditemukan tak bernyawa di kamar kos nya di Jalan Kedurus III/17D, Minggu (8/9/2013). Saat ditemukan, kondisi perempuan 45 tahun itu cukup mengenaskan. Kepala bagian belakang Margaretha terluka sehingga darah berceceran di sekelilingnya. Di mulut Margaretha masih terlihat kain putih yang digunakan untuk membekapnya hingga tewas.
(iwd/iwd)











































