90 Persen Pelajar Bermotor di Pasuruan Tak Punya SIM

90 Persen Pelajar Bermotor di Pasuruan Tak Punya SIM

Muhajir Arifin - detikNews
Rabu, 11 Sep 2013 14:37 WIB
90 Persen Pelajar Bermotor di Pasuruan Tak Punya SIM
Pelajar di Pasuruan dirazia polisi/Muhajir Arifin
Pasuruan - Lebih dari 40 pelajar terjaring razia karena mengendarai motor tanpa SIM. Mereka mengaku tahu aturan lalu-lintas, namun tetap melanggar karena terpaksa.

Satlantas Polres Pasuruan melakukan razia SIM pelajar di Jalan Gajah Mada dan Jalan Diponegoro, Kota Pasuruan pada saat jam pulang sekolah, Rabu (11/9/2013). Dari 42 pelajar yang diamankan karena tak memiliki SIM, 90 persen diantaranya berusia di bawah 17 tahun.

Para pelajar yang terjaring mengaku mengetahui larangan berkendara tanpa SIM. Namun mereka tetap mengendarai motor ke sekolah karena terpaksa tak ada yang mengantar. Para orang tua juga mengizinkan mereka membawa motor.

"Sekolahnya jauh, ngak ada yang mengantar. Terpaksa bawa motor," kata Cindy (15), siswi SMA Negeri 1 Pasuruan. Pengendara motor Mio ini mengaku sudah memakai motor sejak dua tahun lalu atau kelas 2 SMP.

Senada diutarakan Sahwan (15), siswa kelas 1 SMK Negeri 1 Pasuruan. Ia juga sudah memakai motor sejak SMP karena tak ada yang mengantar. "Kalau naik angkot kelamaan," katanya.

Puluhan pelajar tak membawa SIM ini kemudian ditilang. Polisi menganjurkan mereka agar diantar orang tua saat bersekolah karena razia SIM akan terus dilakukan.

"Evaluasi dari bulan Januari sampai Agustus, kecelakaan didominasi pelajar, kita lakukan razia terutama pelajar yang tak memiliki SIM, 90 persen di bawah umur," kata Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota AKP Nadzir Syahbasri di lokasi.

Pihaknya akan terus melakukan razia agar pelajar di bawah umur dan tak meiliki SIM jera. "Razia ini dilakukan tiap hari," tandasnya.

(fat/fat)
Berita Terkait