SMA Kompleks 'Dikepung' Mobil Milik Siswa

SMA Kompleks 'Dikepung' Mobil Milik Siswa

Rois Jajeli - detikNews
Selasa, 10 Sep 2013 15:15 WIB
SMA Kompleks Dikepung Mobil Milik Siswa
mobil milik siswa di parkir di depan sekolah/Rois Jajeli
Surabaya - Larangan membawa mobil sebenarnya sudah diterapkan pihak sekolah terhadap siswanya. Namun, larangan itu tidak sepenuhnya dipatuhi. Karena, mereka kebanyakan memilih memarkir mobilnya di luar area sekolah seperti di tepi jalan depan sekolah.

Dari pengamatan detikcom, Selasa (10/9/2013), di beberapa sekolah negeri maupun swasta, banyak dijumpai mobil yang dikemudikan siswa di parkir di depan sekolah.

Seperti yang terpantau di SMA Negeri 1 dan 2 Surabaya, Jalan Wijaya Kusuma. Di halaman SMA Negeri 1 yang berdampingan dengan SMA Negeri 2, berjejer mobil diantaranya sedan Mazda, Toyota Avanza, Honda CR-V, sedan Ford, Suzuki Swift.

"Mobil itu ada milik guru dan ada siswa," ujar Wakasek Kesiswaan SMA Negeri 2 Surabaya Hirman Pratikto kepada detikcom, di ruang kerjanya.

Meski membenarkan salah satunya mobil yang terparkir di halaman milik siswa, namun Hirman menegaskan jika pemiliknya saat ini kelas XII dan sudah memiliki SIM.

"Karena yang tidak memiliki SIM tidak boleh membawa motor atau mobil," tuturnya.

Tidak hanya di halaman sekolah, di Jalan Wijaya Kusuma juga terlihat beberapa mobil mewah berjajar di badan jalan. Diantaranya Avanza, Innova, Honda Jazz, bahkan mobil mewah sport Honda CR-Z yang harganya mencapai Rp 500 juta.

Lagi-lagi pihak sekolah mengaku tidak tahu-menahu dengan mobil para siswa yang parkir di luar sekolah. "Kalau ada yang parkir di luar, itu sudah diluar tanggungjawab kita," ujarnya.

Ia menambahkan, ada beberapa sekolah lain yang juga mengalami hal sama. Meskipun siswa dilarang mengendarai mobil, masih ada saja yang melanggar.

"Saya tidak mau menyebutkan sekolahannya. Ada siswa yang kelihatannya berjalan kaki ke sekolah. Padahal, ada yang membawa mobil dan diparkir di perkampungan warga," terangnya, sambil menambahkan, pihak sekolah mengalami kesulitan untuk mendeteksi dan melarang siswa yang parkir di luar komplek sekolahan.

"Gurunya kan nggak mungkin pada saat masuk jam sekolah berdiri di luar," terangnya.

Hirman mengakui, ada sisi positif bagi siswa yang mengendarai mobil. Mereka diminta untuk berbagi bersama dengan siswa yang miskin atau yang menumpang angkutan umum, agar bisa berangkat dan pulang sekolah bareng.

"Biar tidak menimbulkan kesenjangan sosial," ujarnya.

Pemandangan yang sama juga terlihat di tepi Kali Mas belakang gedung SMA Tri Murti. Mobil-mobil itu dikemudikan siswa berseragam abu-abu. Pihak sekolah mengakui bahwa ada siswanya yang parkir di lokasi tersebut, tapi pihaknya tidak bisa melarangnya.

"Ya ada yang parkir. Tapi itu di luar sekolahan," kata Kepala Sekolah SMA Tri Murti Mudjiono.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini