Buruh juga menagih janji politik yang pernah dibuat bersama Gubernur Soekarwo yakni disetujuinya Upah Sektoral. "Kami akan buat Jawa Timur terus bergolak, bergolak dan terus bergolak jika pakde tidak penuhi janjinya sebelum pilgub. Pakde berjanji akan tanda tangani dan setujui Upak Sektoral jika kembali menang," kata salah satu orator, Hadi, Selasa (10/9/2013).
Selain menuntut upah sektoral, para buruh juga mendesak Pemprov Jatim tidak ikut mendukung upah murah. "Kami akan kembali turun 10 Oktober dengan massa lebih banyak jika tuntutan kami tidak dipenuhi," imbuh Hadi perwakilan FSPMI.
Tak hanya orasi, para buruh juga membawa berbagai spanduk berisi tuntutan. Diantaranya: "Tolak Inpres Upah Murah","Wujudkan Upah Sektoral" dan "UMK Jatim Rp 3 Juta Harga Mati'.
Aksi ini membuat polisi menutup Jalan Gubernur Suryo dan mengalihkan kendaraan yang sudah terlanjur masuk ke Jalan Simpang Dukuh dan Taman Apsari. Sementara ribuan petugas Sabhara gabungan Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya disiagakan.
Petugas juga membarikade Gedung Negara Grahadi dengan kawat berduri. Turut pula disiagakan 2 unit water canon. Saat ini perwakilan buruh bertemu dengan Wagub Jatim, Saifullah Yusuf.
(ze/fat)











































