Agar Jantung Surabaya Tak Kumuh, Pagar Pembatas Jalan Pun Dipermak

Agar Jantung Surabaya Tak Kumuh, Pagar Pembatas Jalan Pun Dipermak

Zaenal Effendi - detikNews
Selasa, 10 Sep 2013 11:20 WIB
Agar Jantung Surabaya Tak Kumuh, Pagar Pembatas Jalan Pun Dipermak
Pemandangan menjadi bersih/ Zainal Effendi
Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bertekad menjadikan Kota Pahlawan bersih dan indah. Selain taman, pembenahan pagar pembatas jalan juga dilakukan.

Salah satunya yang terlihat di depan Apotik Simpang ke arah Jalan Gubernur Suryo (Gusur). Pagar berwarna kombinasi putih dan oranye yang juga berfungsi untuk melindungi taman itu sebagian sudah dipermak.

Pagar besi yang awalnya memiliki ketinggian sekitar 1,5 meter dikepras, diperpendek. Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyudrajat mengakui jika pembenahan itu demi keindahan kota.

Pengamatan detikcom selama ini, di tikungan depan Apotik Simpang itu selalu terlihat kumuh. Kenapa kumuh? Karena selalu dipasangi aneka spanduk dan banner politik maupun milik organisasi kemasyarakatan yang pemasangannya juga tidak rapi.

Pagar yang semestinya sebagai pembatas jalan itu telah berubah fungsi. Tentu pemandangan aneka macam spanduk dan bannner itu tidak nyaman dipandang, apalagi lokasinya di jantung kota. Tak hanya itu, pagar itu juga menjadi sandaran bendera-bendera parpol ataupun ormas bila sedang berkegiatan.

Irvan Wahyudrajat tak menampik fakta itu. "Agar tidak digunakan penempatan spanduk yang mengganggu pengguna jalan dan keindahan kota," kata dia. Nantinya, pembenahan pagar pembatas juga akan dilakukan ke lokasi lain secara bertahap, tambahnya.

Namun, dibalik niat baik Pemkot Surabaya itu juga memunculkan kekhawatiran tersendiri. Sebab di tikungan, khususnya dari arah Jalan Tunjungan menuju Gusur juga rawan kecelakaan.

Beberapa kali, kendaraan mengalami kecelakaan dan menerjang pagar hingga terlempar ke jalur seberangnya.

(ze/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini