Salah satunya yang terlihat di depan Apotik Simpang ke arah Jalan Gubernur Suryo (Gusur). Pagar berwarna kombinasi putih dan oranye yang juga berfungsi untuk melindungi taman itu sebagian sudah dipermak.
Pagar besi yang awalnya memiliki ketinggian sekitar 1,5 meter dikepras, diperpendek. Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyudrajat mengakui jika pembenahan itu demi keindahan kota.
Pengamatan detikcom selama ini, di tikungan depan Apotik Simpang itu selalu terlihat kumuh. Kenapa kumuh? Karena selalu dipasangi aneka spanduk dan banner politik maupun milik organisasi kemasyarakatan yang pemasangannya juga tidak rapi.
Pagar yang semestinya sebagai pembatas jalan itu telah berubah fungsi. Tentu pemandangan aneka macam spanduk dan bannner itu tidak nyaman dipandang, apalagi lokasinya di jantung kota. Tak hanya itu, pagar itu juga menjadi sandaran bendera-bendera parpol ataupun ormas bila sedang berkegiatan.
Irvan Wahyudrajat tak menampik fakta itu. "Agar tidak digunakan penempatan spanduk yang mengganggu pengguna jalan dan keindahan kota," kata dia. Nantinya, pembenahan pagar pembatas juga akan dilakukan ke lokasi lain secara bertahap, tambahnya.
Namun, dibalik niat baik Pemkot Surabaya itu juga memunculkan kekhawatiran tersendiri. Sebab di tikungan, khususnya dari arah Jalan Tunjungan menuju Gusur juga rawan kecelakaan.
Beberapa kali, kendaraan mengalami kecelakaan dan menerjang pagar hingga terlempar ke jalur seberangnya.
(ze/gik)










































