Salah satu taman yang sebelumnya jadi favorit untuk membolos adalah Taman Bungkul. Namun, kini di taman yang berada di jantung Kota Pahlawan ini tak lagi ditemui pelajar yang berkeliaran di jam-jam sekolah.
Walikota Tri Rismaharini (Risma) membuat terobosan dengan melibatkan personel Satpol PP wanita untuk urusan penanganan anak-anak atau pelajar yang 'bandel'. Anggota Satpol PP disiagakan untuk memburu pelajar yang nekat membolos di taman. Upaya itu merupakan salah satu cara walikota yang diusung PDIP untuk mengatasi kenakalan remaja.
"Beberapa ada petugas perempuan yang khusus menangani anak-anak," kata Tri Rismaharini.
Hal ini pun dibenarkan oleh Kasatpol PP Surabaya, Irvan Widyanto. Menurutnya, anggota Satpol PP yang disiagakan di tempat umum dan taman-taman cantik di Surabaya tak lain yakni untuk mencegah adanya perbuatan pelajar yang menyimpang.
Khusus di taman-taman cantik, seperti Taman Bungkul, personel Satpol PP yang disiagakan didominasi Satpol PP perempuan. Harapannya, supaya kasus pelajar yang kepergok bolos, kemudian dibina untuk tidak mengulangi kebiasaan buruknya.
"Jangan sampai ada pelajar yang bolos dan keluyuran di taman. Jangan sampai terjadi perbuatan asusila juga," tutur Irvan saat dikonfirmasi, Selasa (10/9/2013).
Irvan menyebutkan, Satpol PP berwenang menangkap pelajar yang ketahuan bolos dan berperilaku menyimpang untuk dilakukan pembinaan selama 1x24 jam. Pihaknya juga seringkali memanggil orang tua pelajar.
"Pertama, kami lakukan pembinaan. Lalu kami juga memanggil orang tua supaya mereka tahu perbuatan anaknya yang bolos sekolah," pungkas Irvan.
Pengawasan tak hanya di Taman Bungkul, melain juga dilakukan di taman lain seperti Taman Prestasi maupun Taman Sulawesi yang cukup nyaman untuk refreshing itu.
"Ini tekad pemkot untuk pendidikan pelajar di Surabaya," pungkas Irvan.
(nrm/gik)










































