"Ada sekitar 29 orang yang mulai tadi pagi dilarikan ke puskesmas. Tidak ada korban jiwa. Sekarang masih dalam perawatan. Sebagian juga sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya mulai membaik," kata Kapolsek Mumbulsari AKP M. Zuhri kepada detikcom, Senin (9/9/2013).
Hajatan itu, lanjut Zuhri, digelar di rumah Atim alias Pak Sofi (50), warga setempat. Saat itu Atim menerima pinangan keluarga calon menantunya warga Desa Pringtali Kecamatan Mayang.
Seperti layaknya acara lamaran di desa, pihak keluarga laki-laki membawa sejumlah kue untuk diberikan kepada Atim selaku pihak perempuan.
"Orang desa kan biasanya memang seperti itu ya, kalau lamaran membawa banyak kue, ya ada pisang goreng, brownies dan segala macam lainnya," sambung Zuhri.
Makanan itu, oleh Atim kemudian dibagikan kepada kerabat dan tetangga sekitar. "Setelah makan kue itu, mereka kemudian muntah-muntah. Bahkan ada yang sempat pingsan. Mereka kemudian dibawa ke puskesmas," terang Zuhri.
Polisi sendiri sudah mengamankan sejumlah makanan diduga penyebab terjadinya keracunan. Untuk memastikan apakah kue yang dimakan warga itu mengandung zat yang membahayakan kesehatan, polisi akan meminta bantuan dinas kesehatan untuk memeriksanya.
Sementara salah seorang korban, Maimunah mengaku perutnya terasa mual beberapa saat setelah memakan kue yang diberi keluarga Atim. Selain itu, kepalanya juga terasa pusing.
"Tubuh juga terasa panas dingin. Saya juga sempat muntah–muntah. Akhirnya saya dibawa ke puskesmas," katanya.
Meski warga yang keracunan mencapai puluhan orang, namun tidak sampai jatuh korban jiwa. Pihak keluarga Atim sendiri belum berhasil dikonfirmasi karena masih syok.
(fat/fat)











































